by

Proyek Jembatan Rusak Bendungan, Tanggung Jawab Siapa?

BENGKULU SELATAN | ANDUSTI.COM Ambruknya rangka Jembatan Palak Bengkerung belum tentu murni disebabkan bencana alam dan hingga kini belum diketahui pasti. Sementara insiden itu juga berdampak pada Bendungan Air Nipis —hanya berjarak beberapa meter— di hilir lokasi proyek tersebut.

Pantauan Andusti.com, sebelum ambruk ke sungai, rangka baja jembatan menimpa jembatan inspeksi bendungan, mengakibatkan reiling kanan patah. Dua bulan sebelumnya, cor pengaman bronjong kanan juga roboh, diduga tertabrak alat berat.

“Sebelum proyek ini (Jembatan Palak Bengkerung-red) masuk, kondisi bendungan baik-baik saja. Apalagi hampir setiap tahun pihak balai (Balai Wilayah Sungai Sumatera VII-red) melakukan proyek pemeliharaan. Kalau sudah begini siapa yang harus bertanggung jawab? Saya yakin ini ada human error,” ungkap Wakil Ketua LSM Pemantau Birokrasi dan Hukum (PBH), Selasa (13/12/2019) malam.

Dia meminta, aparat penegak hukum menelisik fakta seputar proyek ini, mulai perencaan, penganggaran hingga pelaksanaannya.

Melihat jejak hanyutnya rangka baja jembatan, putera asli Desa Palak Bengkerung, Indarmen Syukur berpendapat, kesalahan teknis menjadi penyebab utama. “Faktor kesalahan teknis pemasangan rangka baja. Secara umum, pekerjaan ini banyak menyalahi spesifikasi teknis. Saya minta ambruknya rangka baja jembatan ini diperiksa aparat penegak hukum secara menyeluruh,” ujarnya saat dihubungi Andusti.com, Rabu (4/12) pagi.

Setelah itu, lanjut Indarmen, baru bisa dipastikan penyebabnya benar-benar bencana alam atau kelalaian dalam pelaksanaan pekerjaan. Pihak berkompeten juga harus bertanggung jawab atas rusaknya bendungan, sekecil apapun bentuknya.

Baca Juga: Kerja Siang Malam, Ini Progres Pengerjaan Proyek Jembatan Palak Bengkerung

“Saya sangat menyesalkan kejadian ini. Dana yang digelontorkan sangat besar, tapi pengerjaannya secara kasat mata saja sudah ketahuan tidak beres (diduga tidak sesuai KAK/dokumen kontrak-red). Ini harus diperiksa aparat. Material yang hanyut juga harus diperiksa tim ahli, agar diketahui masih bisa dimanfaatkan kembali atau tidak,” pungkasnya.

Dikabarkan sebelumnya, Jembatan Palak Bengkerung yang tengah dikerjakan oleh PT Gading Utama —sebagai rekanan Dinas PUPR Provinsi Bengkulu— ambruk diterjang banjir pada Senin (2/12) sore hingga malam. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Baca Juga: Keren! Proyek PUPR Bengkulu Jadi Ajang Illegal Mining?

Pihak pelaksana mengklaim, ambruknya rangka baja jembatan akibat tiang penyangga sementara terhantam benda besar (kayu log dan sejenisnya) yang hanyut dari hulu sungai. Namun, klaim itu tidak bisa dibuktikan.

Hingga berita ini diterbitkan, upaya meminta konfirmasi Dinas PUPR Provinsi Bengkulu dan pihak rekanan tengah dilakukan.[oki]

Terbaru