by

Pelihara Kamtibmas, Muara Pulutan Gelar Sosialisasi Sadar Hukum

BENGKULU SELATAN | ANDUSTI.COM Puluhan warga Desa Muara Pulutan, Kecamatan Seginim, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, menghadiri sosialisasi sadar hukum di kantor desa setempat, Senin (9/12/2019) pagi.

Kades Muara Pulutan, Gunlisdi menghimbau para peserta dapat mengikuti sosialisai ini dengan serius. Sebab materi yang disampaikan akan sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, khususnya wawasan keilmuan tentang hukum.

“Kiranya, kita semua akan bisa berhati-hati dengan perilaku kita dalam bermasyarakat nantinya. Agar tidak terdampak persoalan hukum,” harapnya sembari membuka acara.

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Bengkulu Selatan, M Marvilo menyampaikan, dalam kehidupan bermasyarakat sangat perlu mengetahui banyak tentang hukum positif. Kalau terjadi perselisihan atau persoalan hukum ringan lainnya, dia menyarankan ditangani dulu melalui hukum adat di desa setempat, agar lebih mudah meredam permusuhan atau dendam.

“Belumlah perlu melapor ke jenjang lebih tinggi. Hendaknya warga merujuk pada hukum adat yang ada di desa dulu,” anjurnya.

Kapolsek Seginim, IPTU Tamsir SH mengutarakan hal senada. Menurut dia, kalau penyelesaian persoalan hukum melalui hukum adat tidak tertangani, pihaknya siap menindaklanjuti.

Baca Juga: Berduaan Tengah Malam, Oknum Polisi dan Guru Digerebek Warga

Tamsir juga menyoroti kenakalan remaja yang kian hari semakin kompleks. Dia meminta kepedulian semua pihak, termasuk para orangtua, bersama-sama mengawasi sekaligus melakukan pembinaan perilaku anak, agar terhindar pengaruh-pengaruh negatif pergaulan kekinian, seperti mabuk-mabukan, perkelahian dan pergaulan bebas.

“Mari kita sama-sama membina dan memberikan nasehat kepada anak-anak kita ini. Cegah mereka terjerumus hal-hal yang merusak moral dan mental,” imbaunya.

Para peserta sosialisasi sadar hukum di Desa Muara Pulutan.

Terkait kenakalan remaja, Babinsa Koramil Manna, Sersan Efendi dalam materinya menyampaikan, dampaknya sudah pada fase meresahkan masyarakat. Dia berharap, hukum adat dapat mengambil peran mengeliminasi penyebaran penyakit mental remaja ini.

“Mari kita sama-sama berbenah. Jangan kita bebankan dengan pihak kepoliasian saja, dan ini bukan menyelesaikan masalah, malah bisa jadi kasus kenakalan remaja bertambah banyak. Saya berharap hukum adat juga diterapkan,” pungkasnya.[jon]