27 November 2020
by

Panwascam Se-Kec. Manna: Bersama-Sama Mengundurkan Diri

Bengkulu Selatan||Andusti.com – jajaran Panwascam se-Kecamatan Manna Bengkulu Selatan secara bersama menyatakan sikap mundur sebagai panitia pemilihan umum kepala daerah.

Hal ini dilakukan atas pemberhentian Ketua Panwascam Kecamatan Manna Tatang Sumitra Arduna oleh Bawaslu Bengkulu Selatan.Surat pemberhentian ketua Panwascam Manna tersebut secara resmi ditandatangani ketua Bawaslu Kabupaten Bengkulu Selatan Azes Digusti, tertanggal 21 Oktober 2020.

Data terhimpun diduga pemberhentian Tatang Sumitra Arduna sebagai ketua Panwascam Manna dikarenakan yang bersangkutan mempunyai jabatan rangkap, yakni juga menjabat sebagai anggota BPD (Badan Permusyawaratan Desa) di desa Jeranglah Tinggi, sehingga dewan kehormatan dan Bawaslu Kabupaten BS berpendapat bahwa yang bersangkutan melanggar kode etik dalam peraturan Bawaslu nomor 19 tahun 2017 pada poin C yang berbunyi yaitu hasil pleno Bawaslu. Dengan poin C tersebut secara resmi Tatang S A diberhentikan sebagai ketua Panwascam Manna tanpa diketahui hasil pleno dan dasar-dasar pemberhentian yang jelas oleh yang bersangkutan.

Dengan diberhentikannya ketua Panwascam Manna tersebut, sebanyak 25 anggota Panwascam se-Kecamatan Manna membubuhkan tandatangan dalam surat pernyataan sikap secara bersama mengundurkan diri dari Panitia pengawas Kecamatan Manna “jika surat pemberhentian Tatang Sumitra Arduna tidak dicabut Bawaslu Kabupaten Bengkulu Selatan”.

Surat pernyataan sikap ini secara bersama dihantarkan anggota Panwascam ke Bawaslu Kabupaten Bengkulu Selatan, Rabu (28/10/20).

Saat dihubungi Lintasbengkulu.com terkait hal ini, ketua Bawaslu Kabupaten Bengkulu Selatan Azes Digusti mengatakan bahwa pihaknya masih mempelajari hal ini dengan teliti.

“Masih kita pelajari dulu, akan kita lakukan pemanggilan dan klarifikasi masalahnya dulu. Dan akan kita koordinasikan ke Provinsi,” kata Azes.

Semenyara itu ketua Panwascam Manna yang diberhentikan yakni Tatang S  Arduna, ia menyampaikan bahwa setelah diterimanya surat pemberhentian sementara tertanggal 13 Oktober 2020 dirinya telah berkoordinasi dengan Bawaslu Kabupaten Bengkulu Selatan terkait alasan diberhentikannya dirinya dari Panwascam Manna. Namun dari pihak bawaslu tidak dapat secara detil menjelaskan alasan tersebut.

Dijelaskan Tatang, dari salah satu komisioner Bawaslu menyampaikan kepada dirinya kalau dirinya melanggar salah satu dalam persyaratan pendaftaran, yaitu yang berbunyi tidak sedang bekerja di BUMD. “Itu kata Ibu Erina salah satu Komisioner Bawaslu Kabupaten BS. Padahal saya ini bekerja di BPD bukan di Badan Usaha Milik Daerah”, terang Tatang Sumitra Arduna.

Sementara Komisioner lainnya menjelaskan kepada dirinya terkait aturan yang dilanggar, bahwa Tatang Sumitra Arduna pernah menandatangani pernyataan siap bekerja penuh waktu.

Dengan alasan tersebut Bawaslu berpendapat bahwa dirinya tidak mungkin bekerja penuh waktu dengan rangkap jabatan yang di emban. Itu kata Komisioner Tomi, sampai Tatang kepada media ini.

“Padahal saya ini kerja dari pagi sampai malam di Panwascam,” kata Tatang SA.

Dengan hal ini Tatang Sumitra Arduna menyayangkan atas keputusan Bawaslu Kabupaten Bengkulu Selatan yang memberhentikan dirinya sebagai ketua Panwascam Manna tanpa terlebihdahulu melakukan pemanggilan dan di sidang kode etik.

“Sementara banyak PNS yang bertugas sebagai penyelenggara pemilu,” keluhnya.

Untuk langkah selanjutnya kalau keputusan ini sifatnya final dan mengikat maka dirinya akan menempuh upaya hukum untuk tegaknya keadilan. (**Jhon)