by

Kawatir Naik Pesawat, DPRD Provinsi Bengkulu Dinas Luar Lewat Jalur Darat

Bengkulu||Andusti.com – Tragedi yang terjadi pada Maskapai Sriwijaya Air SJ-182 baru-baru ini, sepertinya masih membuat kawatir sekaligus was-was bagi masyarakat untuk menaiki moda transporasi udara belum lagi ditambah pandemi wabah Covid 19, juga belum berakhir.

Hal itu terungkap dari biasanya, para anggota DPRD Provinsi Bengkulu dalam melakukan dinas luar (DL), menggunakan alat transporasi massal dan cepat ini, namun kali ini memilih moda transportasi darat.

Ketika dikonfirmasi, salah satu anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Sumardi mengaku, tidak menampik pilihan kegiatan dinas luar menggunakan mobil, ketimbang menaiki pesawat udara.

Hanya saja Sumardi menyebutkan, untuk biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan dinas luar lewat jalur darat, lebih hemat ketimbang naik pesawat udara. Apalagi di tengah wabah pandemi Covid 19 ini, jika menggunakan pesawat harus mengeluarkan biaya tambahan untuk pemeriksaan kesehatan, berupa rapid test atau swab.

“Alasan pokok memilih dinas luar lewat jalur darat, karena biayanya lebih hemat saja. Apalagi kegiatan dinas luar seperti ke Lampung, Jambi, dan Palembang. Terlebih jika lewat jalur  udara, harus transit kembali di Jakarta yang membutuhkan biaya besar,” ungkap politisi Golkar ini ketika dihubungi pada Kamis, (14/1/2021).

Menurut Anggota DPRD Provinsi dari daerah pemilihan (dapil) Kota Bengkulu ini, memilih dinas luar jalur darat ini, sebetulnya juga kesepakatan dari anggota dewan yang akan ikut serta. Apalagi langkah yang dilakukan ini, juga sebagai penghematan keuangan daerah.

“Disebut takut, sebetulnya tidak. Tapi ini juga imbas dengan Peraturan Presiden (Perpres) No. 33 tahun 2020 kebanyakannya,” katanya sembari senyum.

Lebih lanjut ditambahkan, meskipun telah berlalunya tragedi yang menimpa salah satu maskapai penerbangan ini, namun setiap pelaksanaan DL dari para wakil rakyat akan lebih banyak melewati jalur darat. Mengingat dari pembiayaan yang dikeluarkan lebih hemat ketimbang menggunakan moda transportasi udara.

“Kita dinas luar ini juga bagian dari konsultasi untuk pembangunan daerah dan kemungkinan menggunakan moda transportasi udara, apabila lokasi yang ditujuh sangat jauh. Jika masih dalam wilayah kepulauan yang sama, sepertinya memilih jalur darat,” terang Sumardi.    

Senada secara terpisah juga disampaikan anggota DPRD Provinsi Bengkulu lainnya, Yurman Hamedi.

Ia menyebutkan, memilih kegiatan dinas luar melewati jalur darat ini sudah dilakukan sejak tahun lalu dan akan berlanjut kembali di tahun anggaran 2021.

“Dinas Luar lewat darat ini, kita juga berangkat lebih awal kegiatan. Tidak seperti naik pesawat masih bisa dikejar pada hari yang sama, apabila kegiatan tersebut di mulai pada hari itu,” tukas Yurman yang juga Anggota DPRD Provinsi dari daerah pemilihan (dapil) Kabupaten Bengkulu Utara dan Bengkulu Tengah ini..(Jon)