by

Kader Gerindra se Bengkulu Wajib Menangkan Paslon Diusung di Pilkada

Bengkulu||Andusti.com – Semakin mendekati hari H pemilihan, seluruh pengurus, kader dan simpatisan Partai Gerindra se Provinsi Bengkulu, agar berjuang semaksimal mungkin untuk memenangkan pasangan calon (paslon) kepala daerah (kada) dan wakil kepala daerah (wakada) yang di usung pada Pilkada serentak 9 Desember 2020 ini.

Paslon kada dan wakada itu, baik untuk Gubernur dan Wakil Gubernur maupun 8 bupati dan wakil bupati dalam wilayah Provinsi Bengkulu.

“Dari rapat evaluasi internal, kita semua (Gerindra, red) sudah sepakat berjuang semaksimal mungkin untuk memenangkan paslon bupati dan wakil bupati yang di usung di 8 wilayah kabupaten, serta juga paslon gubernur dan wakil gubernur Agusrin M Najamudin-Imron Rosadi,” ungkap Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Bengkulu Susi Marleny Bachsin, dalam keterangannya kepada rri.co.id.

Menurut Susi, sebagai komitmen untuk memperjuangkan paslon bupati dan wakil bupati, serta gubernur dan wakil gubernur tersebut, pihaknya sudah menyampaikan beban tugasnya masing-masing kepada setiap pengurus, kader dan simpatisan partai se-Bengkulu.

Mengingat ini juga bagian tugas sekaligus tanggung jawab kader. Apalagi untuk paslon bupati dan wakil bupati serta juga gubernur dan wakil gubernur Agusrin-Imron dengan sebutan lainnya AIR ini, sesuai visi dan misinya ingin membangun kembali dan memberikan perubahan bagi daerah serta masyarakat se-Provinsi Bengkulu, harus diwujudkan.

“Harapan kita, perjuangan membuahkan hasil, dan ketika paslon yang di usung mendapatkan amanah rakyat, selain dapat melanjutkan program yang baik-baik sekarang ini, juga dengan program barunya bisa direalisasikan dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat se-Provinsi Bengkulu nanti,” harap Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Provinsi Bengkulu ini pada Sabtu, (7/11/2020).

Lebih lanjut mengenai penyiapan saksi pada hari H pemilihan, Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Partai Gerindra ini menyebutkan, Gerindra juga menyiapkannya. Mengingat saksi-saksi partai itu, juga sudah ada sejak dulu, sehingga untuk pemanfaatannya diserahkan sepenuhnya kepada paslon.

“Kita serahkan kepada paslon untuk digunakan atau tidak saksi-saksi partai yang sudah ada ini,” demikian Susi Marleny Bachsin..(**Jhon)