by

Jalur Penerbangan di Bengkulu Berangsur Normal

Bengkulu||Andusti.com – Pandemi Covid-19 telah berdampak pada setiap lini, termasuk di sektor transportasi udara. Berdasarkan data lalu lintas udara PT. Angkasa Pura II Kantor Cabang Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, pada masa pembatasan beberapa waktu lalu, pergerakan pesawat dan penumpang menurun drastis.

Tetapi meski sempat mengalami penurunan, namun kini arus penerbangan mulai berangsur normal.

Executive General Manager (EGM) Kantor Cabang Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu Heru Karyadi, menjelaskan, pada periode Agustus 2020 lalu, pergerakan pesawat tercatat sebanyak 252 movement dan pergerakan penumpang 27.987 orang.

“Angka pada bulan Agustus ini naik signifikan bila dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, terutama pada Mei yang total kedatangan dan pemberangkatan pesawat hanya 22 movement, dengan pergerakan penumpang 413 orang,” terang Heru, pada Senin (7/9/2020).

Sebagai upaya mencegah penularan Covid-19, ia menyebutkan, pihak bandara menerapkan Safe Travel Campaign atau kampanye keselamatan penerbangan.

Melalui kampanye ini, sama halnya dengan edukasi kebiasaan baru di lingkungan Bandara, dengan menerapkan edukasi protokol kesehatan, sekaligus sebagai bentuk pengoptimalaan pelayanan dan trend memulihkan ekonomi melalui transportasi penerbangan di wilayah Bengkulu.

“Safe Travel Campaign ini bertujuan mewujudkan pengalaman perjalanan yang aman, memastikan kesiapan operasional dan staf saat new normal, serta membangun kembali kepercayaan dan keyakinan traveler untuk bepergian dengan pesawat,” terang Heru.

Sementara itu, salah seorang penumpang yang baru tiba di Bandara Fatmawati Soekarno Rahman, menyambut baik sudah mulai normalnya arus penerbangan ini. Mengingat selaku perantau diakui, bergantung pada normalnya transportasi, terutama saat mau mudik lebaran.

“Alhamdulillah bisa mudik ke Bengkulu melepas rindu pada keluarga. Sempat sedih juga lebaran tidak bisa pulang karena ada pembatasan. Harapan saya keadaan segera pulih dan terbebas dari Covid-19,” tukasnya…(**jon/rri)