by

Gubernur Bengkulu Sampaikan Laporan ke Mendagri Tentang Protokol Kesehatan.

Bengkulu||ISBCenter.com – Gubernur petahana Rohidin Mersyah mengaku telah memberikan jawaban terhadap teguran yang disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, lantaran dalam proses pendaftarannya sebagai incumbent ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bengkulu yang di duga tidak mematuhi protokol kesehatan.

“Ya, sudah kita jawab. Mulai dari kegiatan deklarasi, terlebih dahulu kita konsultasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, yang intinya harus menerapkan protokol kesehatan, dan itu sudah kita lakukan. Lalu kapasitas daya tampung lokasi, kita hanya menghadirkan sekitar 50 persen dari total daya tampung, yakni 2.500 orang,” ungkap Rohidin usai mengikuti tahapan pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit M. Yunus (RSMY) Bengkulu.

Selain itu menurut Rohidin, sebelum masuk ke lokasi deklarasi, yang hadir terlebih dahulu di ukur suhu badannya, dan dalam lokasi juga memberlakukan jaga jarak.

Kemudian yang hadir diwajibkan mengenakan masker, dan bagi yang tidak memakai masker, langsung diberikan masker.

“Lalu saat mendaftar, kita menggunakan kendaraan umum berupa Angkot dan Ojek. Tujuannya agar jarak cukup jauh, dan produktifitas di masa pandemi ini kembali berjalan, sehingga tahapan Pilkada ini bisa memberikan dampak tumbuhnya ekonomi masyarakat,” jelas Ketua DPD 1 Partai Golkar Provinsi Bengkulu ini pada Rabu, (9/9/2020).

Selain itu ia menyebutkan, pada prinsipnya secara tidak langsung, pihaknya mengkampanyekan untuk mulai melakukan kegiatan produktif.

Begitu juga kepatuhan protokol kesehatan, harus dilakukan yang tentunya tidak bisa ditawar-tawar lagi.

“Terkait itu juga nantinya, kita bakal buat laporan yang dilengkapi dokumen ke Kemendagri,” kata Gubernur Bengkulu ini.

Lebih lanjut selaku Gubernur Bengkulu, Ia tetap mengingatkan agar para kandidat balon Kepala Daerah (Kada), pada saat menyambut pesta demokrasi seperti tahapan kampanye, juga mengkampanyekan protokol kesehatan.

“Kampanye untuk menerapkan protokol kesehatan ini harus dilakukan secara masif, sehingga tidak ada lagi yang melanggar nantinya dan kasus terpapar Covid 19 bisa diminimalisir,” tutup Rohidin…(Jon**)