by

Di Duga Pekerjaan Jembatan Gegasan Hampir Mangkrak dan Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas.

Kaur||Andusti.com – Pembangunan Jembatan Air Gegasan yang dilaksanakan oleh PT. Gading Utama dengan besaran nilai kontrak Rp. 6.551.417.363,90 dikerjakan dalam masa 300 Hari Kelander hampir mangkrak/terhenti.

Sesuai pantauan media online andusti.com dilapangan, nampak pekerja hanya 7 orang saja, bagaimana bisa proyek miliaran pekerja hanya 7 orang. Menurut data dari pekerja dilapangan bahwa mereka baru hari ini mulai bekerja, selama ini pekerja gonta ganti saja, ujar pekerja dilapangan.

 

Nampak dilapangan pekerjaan yang baru selesai pasangan batu dan pondasi sumuran belum rampung di kerjakan, menurut data dilapangan progresa dilapangan paling tinggu 15 persen saja, sementara kalau dilihat dari papan nama proyek bahwa proyej ini sudah berjalan hampir 5 bulan.

Menurut hemat dilapangan proyek ini tak akan selesai tepat waktu, karena dilihat dari lapangan material dan pekerja saja tidak memenuhi untuk mengejar progress dilapangan.

Menurut informasi beredar dari slaah sumber kami, bahwa kontraktor pelaksna tidak profesional, terbukti dengan sistim gaji karyawan sering tersendat, dan ketersedian material dilapangan tidak ada, artinya kontraktor pelaksana tidak cukup modal untuk penyelesaian pekerjaan ini.

Saat kami mengkofirmasi salah satu warga yang punya lahan yaitu bapak IKA, ternyata pembebasan lahan proyek jembatan ini belum selesai, bahkan menurut bapak Ika lahan milik dia belum dibayar sama sekali.

“Yang lahan punya saya sampai saat ini belum dibayar sama sekali,” tegas bapak Ika.

Disisi lain Sekretaris Lsm KPSKN Kaur “Marsin” mengatakan, sangat menyayangkan terjadi keterlambatan atau hampir mangkraknya proyek ini, kami dari Lsm KPSKN akan memantau terus pekerjaan ini sampai selesai, dan apabila nanto kami temukan dilapangan ada hal-hal yang akan merugikan negara, kami akan laporkan ke penegak hukum, ujarnya.

“Ini uang negara, maka jangan main main dengan uang negara, kami akan kawal proyek jembatan gegasan ini sampai selesai”, tegas Marsin

Seperti diketahui Penyedia jasa Pergantian Jembatan Gegasan ini adalah Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat direktorat Bina Marga Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Provinsi Bengkulu dengan Nomor Kontrak HK. 02.01-Bb25/SATKERPJN.II/PPK2.3/695. Tanggal di mulai kontrak 09 November 2020. Dengan nilai kontrak sebesar Rp. 6.551.417.363,90.

Semua pihak dari kontraktor dan Balai Kementerian Pekerjaan umum Bidang Bina Marga Provinsi Bengkulu masih diupayakan untuk di konfirmasi, sejauh mana pengawasan yang dilakukan oleh pihak Balai Bina Marga terhadap Pekerjaan ini, sehingga pekerjaan ini hampir terhenti..(**jhon)