by

Dewi Coryati: PJJ di Era Pandemi Masih Perlu Dimatangkan Lagi

Bengkulu||Andusti.com – Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan sistem belajar dalam jaringan (daring) di era pandemi Covid 19, harus terus di matangkan, meskipun akan ditemukan vaksinnya.

Mengingat setelah adanya vaksin nanti, diperkirakan dampaknya masih akan tetap ada.

Oleh karena itu, di nilai perlu kesiapan dari jajaran pendidik dalam menghadapi PJJ, agar bisa berjalan lebih baik lagi.

“Dalam PJJ ini, baik guru maupun tenaga pendidik harus lebih siap lagi, baik dari metode, tata cara, bahan dan sistemnya. Apalagi dalam PJJ ini, juga tidak bisa menyamakan topografi satu daerah dengan yang lainnya. Makanya, di tuntut peran dari guru ataupun tenaga pendidiknya, untuk memiliki strategi dan inovasi dalam PJJ,” ungkap Anggota Komisi X DPR RI Dewi Coryati, di sela-sela Workshop Pendidikan dengan tema strategi dan inovasi pembelajaran daring bagi pendidik di era pandemi Covid 19, yang diikuti guru dan tenaga pendidik di Provinsi Bengkulu.

Selain itu menurut Dewi, dari evaluasi pelaksanaan PJJ di tengah pandemi tidak dipungkiri ada kelemahannya, terutama bagi daerah yang tidak memiliki jaringan internet, dan perekonomiannya lemah.

Pasalnya walaupun ada sinyal, jika ekonomi masyarakatnya lemah dan tidak mampu membeli kuota internet, tentu akan menjadi masalah.

“Saya sudah berulang kali mengingatkan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), bahwa jika proses pembelajaran fokus PJJ dengan sistem daring, dicontohnya di Bengkulu yang hampir 80 persen daerahnya tanpa sinyal, maka PJJ tidak membuahkan hasil maksimal. Begitu juga dengan adanya bantuan kuota internet, yang bisa diambil dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), diyakini tidak akan seterusnya bisa digunakan. Itu lagi-lagi masalah yang mesti dicarikan solusinya oleh Pemerintah,” terang Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Provinsi Bengkulu ini pada Senin, (26/10/2020).

Lebih lanjut ditambahkan, dalam pelaksanaan PJJ ini yang tidak kalah pentingnya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) guru, dan tenaga pendidiknya. Lantaran diyakini tidak sepenuhnya guru dan tenaga pendidik memahami sistem PJJ dengan sistem daring.

“Kita sudah sampaikan kepada pak Menteri, agar SDM guru dan tenaga pendidik di lantih lagi. Apalagi dalam pembelajaran itu, bukan hanya mentransfer ilmu saja, melainkan bagaimana mengajarkan yang harus dicontohkan, khususnya untuk sekolah kejuruan. Dengan demikian, di era pandemi ini, masih perlu belajar tatap muka, namun dengan mengedepankan keselamatan dan keamanan peserta didiknya,” demikian Dewi…(**Jhon)