by

Desa Pajar Bulan Seginim Tetapkan 50 KK Calon Penerima BLT-DD Thn 2021

Bengkulu Selatan||ISBCenter.com – Pemerintah Desa dan anggota BPD serta tim relawan pendataan calon penerima Dana Bantuan Lansung Tunai yg bersumber dari dana DD Desa tahun 2021.Bertempat di aula kantor desa Pajar Bulan Kecamatan Seginim Kabupaten Bengkulu Selatan Kamis,25/03/2021.


Hadir pada acara Musyawarah Khusus Penetapan colon Penerima yaitu Bapak Avit, mewakili camat Seginim, Bapak Syaifulla mewakili polsek seginim,Lin Aprianto dari Pendamping desa, segenap tim, anggota BPD dan warga setempat.


Bapak Kepala Desa Pajar Bulan Daus memberikan beberapah himbauan serta mengingatkan aturan yang berhak dapat BLT ini adalah warga miskin yg belum tersentuh oleh bantuan lain seperti, Bedah Rumah, UMKM, Prakerja, BST, PKH atau bantuan sosial yang lain.

Warga yang tinggal di desa Pajar Bulan bukan tinggal di desa lain atau penderita penyakit kronis Aturan ini ada di dalam Peraturan Mentri Keuangan Nomor.222 yang diturunkan dengan Perbub Bupati Bengkulu Selatan, silakan nanti kita sama sama dengarkan hasil pendataan dari ketu tim pendata siapah siapah yang layak dalam data yang dibacakan nanti dan kepada kita semua harus jujur apah bila sudah dapat bantuan sosial yang lain lebih baik akui saja karen data ini nanti akan singkron dengan data – data bantuan yang sudah Bapak Ibu terima kita tidak bisa berbohong. Kami sebagai pemerintah desa tidak akan intervensi dalam hal pendataan silakan namun kita sama sama ikuti aturan yang sudah ada.

Bapak Avit menambahkan memang betul apa yang sudah disampaikan oleh Bapak Kades tadi itula aturan yang akan kita ikuti pada musyawarah hari ini.

Disamping itu bagi warga desa Pajar Bulan yang menerima gaji atau honor dari pemerintah desa tidak bisa untuk dimasukan dalam calon penerima BLT-DD.

Selain itu ini ada surat dari DPMD Kabupaten bagi desa yang akan melaksanakan pilkades serentak pada Tgl, 38 Juni 2021 silakan BPD melakukan pemnentukan Panitiah Pilkades.

Bapak Syaifulla yang mewakili Polsek menghimbau kiranya pertama ikuti aturan dalam menentukan calon penerima BLT,selanjutnya dalam musyawarah kiranya tertib jangan terjadi keributan kepada yang masuk sukuri aja kepada yang belum juga tetap bersukur berarti kita sudah masuk dalam program bantuan lain atau Bapak dan Ibu termasuk orang yang mampu, mari kita tetap lapang dada serta kepala yang dingin.

Bapak Lin Aprianto sebagai pendamping desa pada sambutanya bawah seluruh desa se indonesia ini wajib menganggarkan dana BLT-DD apabila tidak menganggarkan maka desa itu akan disangsi pomotongan pada tahap berikutnya, kenapa demikian artinya BLT ini sangat peting, yang tujuanya untuk pemulihan ekonomi masyarakat akibat pandemi covid-19 jadi untuk dana posko covid-19 di desa diambil dari 8% dari DD.

Dana itu untuk pembuatan posko covid-19 ruang isolasi mandiri, masker, tempat cuci tangan atau transport bagi yang terkena covid-19 dll yang dianggap perlu.

Untuk aturan siapah saja yang berhak menerima lain dari pada itu silakan Pemerintah desa membentuk POKJA Kelompok Kerja SDGS yang artinya Pendataan Pembangunan yang berkelanjutan,  dari sini la pemerintah Pusat dapat menentukan kareter atau indentitas desa kita seperti apa.

Kalau sudah terbentuk SDGS ini nanti silakan melakukan pendataan dengan sebaik baiknya dan sedetil mungkin, ini baru isu kepada pendata akan diberikan imbalan atau upah sebesar Rp. 3000/ KK dan akan dipasilitasi..(**Jon)