by

BUMDes Lesu, Gundul Geram, Lalu Tantang Buka Usaha ini

BENGKULU SELATAN | ANDUSTI.com — Makin lesunya gairah usaha sebagian besar Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Bengkulu Selatan membuat Bupati Gusnan Mulyadi geram. Sebanyak 142 direktur BUMDes dikumpulkan di rumah dinas bupati, Jum’at (7/2/2020) siang.

Dalam kesempatan ini, Gundul, sapaan akrab Gusnan, mengajak para direktur dan pengurus BUMDes kembali membuka wawasan wirausaha, sehingga memperoleh gambaran konkret terkait usaha paling sesuai dan produktif di desa-desa.

Salah satunya adalah bidang penggemukan sapi potong. Sebab, analisa Gundul, selain hijauan makanan ternak (HMT) masih sangat mudah diperoleh gratis di kawasan pedesaan, faeces dan urine ternak ruminansia tersebut juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk organik.

Gundul mencontohkan, kalau seekor sapi dewasa bisa menghasilkan faeces/tinja 40 kg perhari dan urine/kencing 5 liter perhari, maka akan diperoleh hasil penjualan pupuk organik —padat dan cair— sekitar Rp 600 ribu perbulan.

Jika pupuk olahan ini digunakan sendiri oleh peternak di lahan pertanian mereka, maka limbah sapi akan mampu menghapuskan total ketergantungan penggunaan pupuk anorganik yang harganya semakin mahal.

Selain itu, Gundul juga mengingatkan resiko buruk penggunaan pupuk anorganik jangka panjang, di antaranya merusak unsur hara tanah dan produksi pertanian terpapar zat kimia berbahaya.

Gundul berharap para direktur BUMDes tidak ragu-ragu memilih jenis usaha yang akan dijalankan. Sebab, selain diperkuat kucuran Dana Desa (DD) melalui APBDes di desa masing-masing, permodalan BUMDes juga memungkinkan ditopang lembaga perbankan daerah dalam bentuk Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Hamdan Syarbaini menyatakan, demi kemajuan BUMDes di Bengkulu Selatan, pihaknya siap membina dan mendampingi. Untuk pendampingan teknis/pelaksanaan usaha, Hamdan akan mengajak instansi terkait di bidang usaha tersebut, seperti Dinas Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan.

“Pendampingan DPMD akan lebih banyak ke bidang administrasi dan keuangan. Karena ke depan, BUMDes juga akan diperiksa Inseptorat, sebagai bentuk pertanggungjawaban menggunakan uang negara,” tuturnya.

Hamdan Syarbaini
Kepada DPMD Hamdan Syarbaini memberi pengarahan terkait pendampingan tatakelola administrasi dan keuangan BUMDes.

Hamdan juga mengapresiasi upaya Gundul membangun komunikasi positif kepada Bank Bengkulu guna menyiapkan dukungan permodalan BUMDes. Kini tinggal bagaimana upaya para pengelola BUMDes menyikapinya.

Pengarahan serta dialog teknis usaha peternakan dan pengembangan BUMDes ini juga dihadiri Kepala Dinas Pertanian Ir Silustero MM, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Ir Iskandar AZ, dan Camat Pino.[jOn]